Puri Klungkung Gelar Ritual Ngewangsuh Kulkul Pajenengan Agar Warga Terhindar dari Wabah Corona

70
Ida Dalem bersama Jero Mangku ngewangsuh kulkul pajenengan Puri Agung Klungkung. foto istimewa
Ida Dalem bersama Jero Mangku ngewangsuh kulkul pajenengan Puri Agung Klungkung. foto istimewa

SEMARAPURA, balikawi.com– Pihak Puri Klungkung bersama warga Bumi Serombotan, Senin (30/3/2020) menggelar ritual mohon tirta pewangsuhan kulkul atau pajenengan di Puri Agung Klungkung untuk menetralisir wabah corona yang jumlah korbannya terus naik di Bali.

Tirta magis yang dibagikan kepada warga itu diyakini memiliki tuah karena sebelumnya pajenengan tersebut sempat berbunyi sendiri Selasa (24/3/2020) malam, sehari menjelang Nyepi. Ada keyakinan, kalau pajenengan bersuara tanpa ada yang menepak itu tanda ada bahaya.

Ida Dalem Semaraputra menyebutkan, ritual mohon tirta di pajenengan tersebut sesuai dengan petunjuk Bhagawanta Puri.

Menurut Ida Dalem, tirta dari pewangsuhan pajenengan itu diyakini sebagai upaya niskala menangkal pandemi virus corona (Covid-19). Tirta tersebut bisa dipercikan diareal pekarangan dan anggota keluarga.

Selain itu, sesuai keyakinan, warga diminta memasang tiga helai daun pandan yang berisi bawang, cabai dan uang bolong. Selanjutnya, sarana tersebut diikat dengan benang Tridatu dan diletakan di areal gerbang pintu pekarangan.

“ Secara niskala, benda ini bisa sebagai penangkal marabahaya,” sebut Ida Dalem.

Kulkul pajenangan Puri Klungkung disebut berada di Puri Agung Klungkung sejak sekitar 1964, saat Dewa Agung Gede Oka Geg menjadi Raja Klungkung. Sebelumnya, kulkul itu berada di Puri Semarajaya, areal Kerta Gosa saat ini. Sekitar 1908 terjadi Perang Puputan. Bangunan puri itu rusak berat. Banyak pejuang gugur, ada juga yang meninggalkan puri. Sehingga, puri pun kosong.

Ada rakyat kala itu berinisiatif memindahkan kulkul tersebut ke Pura Dalem Kresek di perbatasan Desa Besang dan Bendul, Klungkung. Sekitar tahun 1964 dipindahkan ke Puri Agung Klungkung.⁣⁣⁣(ibs)